SAMPANG, CiptaNews.id – Wakil Bupati Sampang, H. Ahmad Mahfud, secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXII Kabupaten Sampang yang digelar di Pendopo Trunojoyo, Jalan Wijaya Kusuma, Senin (19/10/2026).
Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan prosesi pelantikan Dewan Hakim dan pengukuhan pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Sampang periode 2026–2031 oleh Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi.

Pembukaan MTQ XXXII menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Sampang untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an, khususnya di kalangan generasi muda, di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Dalam sambutannya, Ahmad Mahfud mengingatkan para orang tua agar tidak membiarkan anak-anak hanya akrab dengan gawai atau gadget. Menurutnya, generasi muda juga perlu dibiasakan membaca, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan tersebut dinilai penting untuk menanamkan fondasi moral dan spiritual kepada generasi penerus, sehingga kemajuan teknologi dapat berjalan beriringan dengan pembentukan karakter dan akhlak yang baik.
Wakil Bupati yang akrab disapa Ra Mahfud itu menegaskan, MTQ tidak seharusnya dipandang hanya sebagai ajang perlombaan untuk memperebutkan gelar juara. Lebih dari itu, kegiatan tersebut harus menjadi sarana memperkuat karakter, moral, dan spiritual masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan MTQ tidak semata-mata diukur dari siapa yang meraih juara, tetapi juga dari sejauh mana kegiatan tersebut mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membaca, memahami, menghayati, dan mengamalkan ajaran Al-Qur’an.
“MTQ ini merupakan salah satu sarana untuk mendorong masyarakat semakin dekat dengan Al-Qur’an. Karena itu, semangat yang tumbuh selama kegiatan berlangsung harus terus dijaga, bahkan setelah ajang perlombaan berakhir,” ujar Ahmad Mahfud.
Pembangunan Daerah Harus Diimbangi Penguatan Moral dan Spiritual
Lebih lanjut, Ahmad Mahfud menyampaikan bahwa pembangunan daerah tidak cukup hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk pembentukan moral dan spiritual masyarakat, juga perlu menjadi perhatian dalam pembangunan Kabupaten Sampang.
Melalui penyelenggaraan MTQ, pemerintah daerah berharap nilai-nilai Al-Qur’an semakin membumi dalam kehidupan masyarakat. Dengan demikian, kegiatan keagamaan ini tidak hanya menghasilkan qari dan qariah berprestasi, tetapi juga mendorong lahirnya generasi yang berakhlak, berkarakter, dan memiliki kepedulian sosial.
Semangat tersebut diharapkan dapat terus dipelihara melalui pembinaan berkelanjutan, baik di lingkungan keluarga, lembaga pendidikan, maupun masyarakat.
Diikuti Perwakilan 14 Kecamatan
Berdasarkan laporan panitia, MTQ XXXII Kabupaten Sampang berlangsung pada 19–22 Oktober 2026 dengan melibatkan perwakilan dari 14 kecamatan.
Pembukaan kegiatan turut dimeriahkan dengan pawai yang diikuti peserta dari berbagai kecamatan. Pawai tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan sekaligus mencerminkan antusiasme masyarakat dalam menyambut pelaksanaan MTQ tingkat kabupaten.
Panitia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran kepolisian, TNI, dan unsur terkait yang telah membantu kelancaran kegiatan, termasuk dalam pengaturan arus lalu lintas selama pawai berlangsung.
Dukungan lintas sektor tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan lancar.
Panitia berharap penyelenggaraan MTQ Kabupaten Sampang dari tahun ke tahun dapat semakin berkualitas, baik dari sisi pelaksanaan maupun hasil pembinaan para peserta.
Pembukaan MTQ XXXII dihadiri Bupati Sampang H. Slamet Junaidi bersama Wakil Bupati H. Ahmad Mahfud, perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kepala Kantor Kementerian Agama, Kepala Kantor Kementerian Haji, pengurus LPTQ yang baru dikukuhkan, serta para peserta yang didampingi pembimbing masing-masing.
Melalui MTQ XXXII, Pemerintah Kabupaten Sampang berharap kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an semakin meningkat dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Pada akhirnya, keberhasilan MTQ tidak hanya tercermin dari prestasi para peserta, tetapi juga dari tumbuhnya masyarakat yang menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam membangun kehidupan yang bermoral, harmonis, dan berkarakter.
(Az)






