TANAH DATAR — LACAKPOS.CO.ID – Derap kaki kuda berpacu di lintasan Gelanggang Pacu Kuda Dang Tuanku, Bukit Gombak, Kabupaten Tanah Datar, Minggu (18/10/2026). Ajang Pacu Kuda Open Race dan Tradisional Bupati Cup 2026 resmi digelar selama dua hari, hingga Senin (19/10/2026), dengan menghadirkan peserta dari berbagai daerah di Sumatera Barat hingga luar provinsi.
Mengangkat tema “Tradisi Budaya Sportivitas”, perhelatan ini menjadi ruang pertemuan antara pelestarian tradisi pacu kuda Minangkabau dan penyelenggaraan kompetisi olahraga yang mengedepankan profesionalitas. Sebanyak 15 kelas dipertandingkan, mencakup kelas lokal, terbuka, Derby, hingga Draft, dengan variasi jarak lintasan mulai dari 600 meter sampai 3.200 meter.
Ketua Pelaksana, Bayu S., mengatakan variasi kelas, jarak tempuh, serta pengelompokan berdasarkan tinggi dan umur kuda menjadi tantangan tersendiri bagi setiap peserta. Kondisi tersebut menuntut perpaduan ketangkasan joki, kecepatan kuda, strategi pacuan, dan daya tahan selama berlomba.
Menurut Bayu, beragamnya karakteristik perlombaan membuka peluang terjadinya persaingan ketat di setiap kelas. Karena itu, gelanggang Dang Tuanku tidak hanya menjadi tempat untuk mengejar kemenangan, tetapi juga arena pembuktian kemampuan para joki dan kuda pacu yang datang dari berbagai daerah.
Di sisi penyelenggaraan, Bupati Cup 2026 juga menarik perhatian karena seluruh pembiayaannya diklaim tidak bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Bayu menegaskan, kebutuhan operasional dan penyediaan hadiah dipenuhi melalui dukungan sponsor serta donatur.
Sejumlah pihak turut berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Bank Nagari menjadi sponsor utama dengan bantuan Rp100 juta, disusul Semen Padang sebesar Rp10 juta dan Ketua PORDASI Sumatera Barat sebesar Rp10 juta. Dukungan lainnya datang dari Sadi sebesar Rp2,5 juta dan Sentral sebesar Rp500 ribu. Secara keseluruhan, dana sponsor yang dihimpun panitia ditaksir mencapai Rp130 juta.
Bupati Tanah Datar, yang juga menjabat sebagai Ketua PORDASI setempat, disebut turut berperan menjembatani komunikasi dengan sejumlah sponsor. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya panitia menghadirkan kegiatan berskala besar tanpa membebankan biaya penyelenggaraan kepada APBD.
Dari sisi peserta, daya tarik gelanggang Dang Tuanku kembali terlihat melalui kehadiran kontingen dari sejumlah daerah. Peserta dari Padang Pariaman, Agam dan Bukittinggi, Solok, Pariaman, Padang Panjang, Payakumbuh, Padang, serta Sawahlunto ikut meramaikan persaingan.
Kehadiran peserta dari luar Sumatera Barat turut menambah warna kompetisi. Kontingen dari Kuningan dan Indramayu, Jawa Barat, serta Sumatera Utara, datang untuk menguji kemampuan kuda pacu mereka di lintasan Bukit Gombak sekaligus bersaing memperebutkan gelar juara pada kelas-kelas yang dipertandingkan.
Dengan cakupan peserta lintas daerah dan beragamnya kelas perlombaan, Bupati Cup 2026 diharapkan mampu memperkuat posisi pacu kuda sebagai salah satu tradisi olahraga yang memiliki daya tarik bagi masyarakat. Selain menjadi hiburan, kegiatan ini juga berpotensi menggerakkan aktivitas ekonomi warga melalui meningkatnya kunjungan penonton, peserta, dan pihak pendukung selama penyelenggaraan berlangsung.
Meski demikian, besarnya skala kegiatan perlu diimbangi dengan tata kelola yang tertib dan bertanggung jawab. Aspek keselamatan joki dan kuda, kelancaran pelaksanaan perlombaan, penegakan aturan pertandingan, serta keterbukaan pengelolaan dana sponsor menjadi unsur penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap penyelenggara.
Pacu Kuda Open Race dan Tradisional Bupati Cup Tanah Datar 2026 pada akhirnya bukan semata-mata perlombaan untuk menentukan siapa yang tercepat mencapai garis finis. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa tradisi pacu kuda Minangkabau dapat terus berkembang, menjangkau peserta dari berbagai wilayah, dan memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa meninggalkan nilai budaya yang menjadi akar penyelenggaraannya.(**)





