SORONG, CiptaNews.id — Kematian Billy Morits Solefuey, seorang pekerja perkebunan kelapa sawit PT Global Lestari di Kampung Modan, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, menyisakan duka sekaligus pertanyaan bagi keluarga yang ditinggalkan.
Lebih dari sebulan sejak Billy ditemukan meninggal dunia, ibu kandung korban mengaku masih menanti kejelasan mengenai penyebab kematian anaknya. Sejumlah kondisi jasad saat ditemukan hingga proses penyelesaian persoalan dengan pihak perusahaan menjadi hal yang terus dipertanyakan keluarga.
Di tengah ketidakpastian tersebut, keluarga berharap aparat penegak hukum memberikan perhatian serius dan menelusuri peristiwa itu secara transparan.
Harapan tersebut disampaikan langsung kepada Kapolres Sorong, AKBP Jems Oktovianus, yang menyatakan akan meminta keterangan dari jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) terkait perkembangan penanganan kasus tersebut.
Baru Sepekan Bekerja, Kabar Duka Datang
Berdasarkan keterangan ibu kandungnya, Billy berangkat dari rumah pada 5 Agustus 2026 untuk bekerja sebagai buruh kelapa sawit di PT Global Lestari, Kampung Modan.
Namun, sekitar tujuh hari setelah mulai bekerja, keluarga menerima kabar bahwa Billy ditemukan meninggal dunia di areal perkebunan tersebut.
Menurut penuturan ibunya, kondisi tubuh korban saat ditemukan telah membengkak dan membusuk. Keadaan itu memunculkan pertanyaan di pihak keluarga mengenai apa yang sebenarnya terjadi sebelum Billy ditemukan meninggal dunia.
Keluarga menginginkan penjelasan yang jelas mengenai kronologi kejadian dan penyebab kematian korban.
Meski demikian, penyebab kematian Billy belum dapat dipastikan berdasarkan keterangan keluarga semata. Diperlukan penyelidikan serta pemeriksaan terhadap bukti dan keterangan saksi untuk memastikan fakta yang sebenarnya.
Sejumlah Kondisi Jasad Dipertanyakan
Ibu korban mengungkapkan beberapa kondisi yang menurutnya perlu mendapat perhatian dalam penyelidikan.
Ia menyebut Billy ditemukan tanpa mengenakan baju. Sepatu bot masih terpasang di kaki kiri, sedangkan kaki kanan tidak mengenakannya. Tangan kanan korban disebut masih memakai sarung tangan kerja, sementara tangan kiri tidak.
Keluarga juga mempertanyakan posisi kedua kaki korban di sekitar kayu tempat jasad ditemukan.
Bagi keluarga, rincian tersebut perlu dijelaskan agar tidak menyisakan dugaan dan pertanyaan berkepanjangan.
Kondisi jasad dan perlengkapan kerja itu dapat menjadi informasi yang perlu diverifikasi oleh penyidik. Namun, temuan tersebut tidak serta-merta membuktikan adanya tindak pidana.
Karena itu, pemeriksaan tempat kejadian perkara, keterangan orang-orang yang pertama kali menemukan korban, serta hasil pemeriksaan medis apabila tersedia menjadi penting untuk membantu mengungkap penyebab kematian Billy.
Ibu Korban Mengaku Keluarga Diminta Tidak Membuka Peti Jenazah
Pertanyaan lain muncul ketika jenazah Billy tiba di kediaman keluarga.
Menurut pengakuan ibu korban, keluarga diberi tahu agar tidak membuka peti jenazah karena kondisi tubuh Billy telah membengkak dan dikhawatirkan menimbulkan bau menyengat.
Belum diketahui secara jelas siapa yang menyampaikan permintaan tersebut dan apa alasan lengkap di baliknya. Informasi itu masih memerlukan konfirmasi dari pihak-pihak yang mengetahui proses penyerahan jenazah.
Pengalaman tersebut menambah kegelisahan keluarga yang hingga kini mengaku belum memperoleh jawaban memadai mengenai kematian Billy.
Dengan penuh harapan, ibu korban meminta Kapolres Sorong memberikan perhatian terhadap perkara yang menimpa anaknya.
“Kami orang miskin meminta tolong kepada Bapak Kapolres Kabupaten Sorong untuk melihat jeritan seorang ibu yang begitu merindukan kasus kematian anaknya dibuka secara terang benderang,” demikian inti permohonan ibu korban.
Bagi keluarga, yang dibutuhkan saat ini adalah kepastian mengenai penyebab kematian dan kejelasan proses hukum, bukan sekadar dugaan yang berkembang di tengah masyarakat.
Mediasi dengan PT Global Lestari Belum Berujung Kesepakatan
Keluarga juga mengungkapkan kekecewaan terhadap proses mediasi dengan pihak PT Global Lestari yang disebut belum menghasilkan kesepakatan.
Mereka berharap ada penjelasan mengenai langkah yang telah dilakukan perusahaan setelah Billy ditemukan meninggal dunia, termasuk komunikasi dengan keluarga dan bentuk penyelesaian yang telah dibicarakan.
Namun, belum tercapainya kesepakatan dalam mediasi tidak dapat langsung diartikan sebagai bukti bahwa perusahaan melakukan pelanggaran atau terlibat dalam penyebab kematian korban.
Untuk memperoleh informasi yang berimbang, pihak manajemen PT Global Lestari perlu memberikan penjelasan mengenai kronologi kejadian, penanganan setelah korban ditemukan, serta tanggapan terhadap pertanyaan keluarga.
Keterangan perusahaan juga penting untuk mengetahui apakah terdapat informasi atau dokumen yang dapat membantu proses penyelidikan.
Kapolres Sorong Akan Meminta Keterangan Satreskrim
Kapolres Sorong AKBP Jems Oktovianus memberikan tanggapan saat dikonfirmasi wartawan di Gedung Paradise Billiard, Aimas, Jumat (9/10/2026).
Kapolres mengaku baru mengetahui persoalan kematian Billy melalui penyampaian wartawan. Ia kemudian menyatakan akan meminta penjelasan kepada jajaran Reskrim mengenai perkembangan penanganan perkara tersebut.
“Ya, sampaikan saja kepada pihak korban. Saya akan tanya bawahan saya di Reskrim soal kasus kematian itu,” ujar Jems.
Ia menegaskan bahwa penegakan hukum harus dilakukan secara adil dan tidak boleh membeda-bedakan masyarakat.
Kapolres juga menyampaikan bahwa keluarga dapat mengajukan surat pengaduan atau laporan perkara agar persoalan tersebut dapat ditindaklanjuti melalui mekanisme yang berlaku.
“Saya tidak ingin masyarakat saya mengeluh dengan ketimpangan dan ketidakadilan. Saya pastikan di masa saya memimpin tidak ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi harapan bagi keluarga agar perkara kematian Billy memperoleh perhatian dan penanganan lebih lanjut.
Meski demikian, keluarga masih membutuhkan kejelasan mengenai status penanganan perkara, langkah penyelidikan yang telah dilakukan, serta hasil pemeriksaan yang dapat menjelaskan penyebab kematian korban.
Menanti Jawaban atas Kematian Billy
Kasus kematian Billy Morits Solefuey kini menjadi persoalan yang membutuhkan penjelasan dari kepolisian, pihak perusahaan, dan pihak lain yang mengetahui peristiwa tersebut.
Keluarga meminta agar seluruh informasi yang relevan diperiksa secara objektif, termasuk kronologi sebelum korban ditemukan, kondisi jasad, dan keterangan saksi.
Sementara itu, manajemen PT Global Lestari perlu diberi kesempatan menyampaikan penjelasan agar pemberitaan mengenai peristiwa ini tetap berimbang.
Hingga ada hasil penyelidikan yang dapat dipertanggungjawabkan, penyebab kematian Billy belum dapat disimpulkan dan belum ada dasar untuk menyatakan pihak tertentu bersalah.
Bagi ibu Billy, kehilangan anak merupakan luka yang tidak mudah disembuhkan. Di tengah duka tersebut, ia hanya berharap memperoleh jawaban mengenai apa yang sebenarnya terjadi.
Kini, harapan keluarga tertuju pada langkah nyata aparat penegak hukum untuk menelusuri kematian Billy secara profesional, transparan, dan berdasarkan bukti.
Keluarga menunggu kepastian hukum agar pertanyaan yang selama ini mereka sampaikan tidak terus menggantung tanpa penjelasan.
Hingga berita ini terbit belum ada tanggapan resmi dari pihak PT Global Lestari.(dip)






