MINAHASA, ciptanews.id — Menjelang pelaksanaan Hari Pengucapan Syukur Kabupaten Minahasa tahun 2025, Bupati Minahasa Robby Dondokambey, S.Si., MAP memimpin langsung rapat koordinasi bersama Wakil Bupati Vanda Sarundajang, S.S. dan Sekretaris Daerah Dr. Lynda D. Watania, M.M., M.Si., di Ruang Sidang Kantor Bupati Minahasa, Senin (14/07/2025).
Dalam rapat tersebut, Bupati RD mengumumkan bahwa perayaan Pengucapan Syukur tahun ini akan dilaksanakan pada Minggu, 20 Juli 2025, dan dipusatkan di Taman God Bless Minahasa, Lapangan Dr. Sam Ratulangi Tondano, dengan Ibadah Syukur dimulai pukul 09.30 WITA.

“Fokus kita tahun ini adalah menciptakan suasana syukur yang hangat dan inklusif. Kegiatan dipusatkan agar seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat bisa merayakan bersama dalam suasana kekeluargaan,” ujar Bupati RD.
Ia menegaskan bahwa perayaan ini akan digelar secara sederhana dan efisien, namun tetap sarat makna. Setelah ibadah, akan digelar santap kasih bersama serta pertunjukan seni budaya daerah seperti kolintang dan tarian tradisional Minahasa.
“Kita ingin perayaan ini menjadi ruang bersama untuk menyampaikan rasa syukur. Makanan yang disiapkan juga khas Minahasa, seperti ayam woku dan panganan tradisional lainnya yang dibawa oleh masing-masing OPD,” tambahnya.
Wabup Vanda Sarundajang turut menekankan pentingnya menjadikan kegiatan ini sebagai agenda tahunan yang terintegrasi dalam Calendar of Event Pemkab Minahasa. Menurutnya, Pengucapan Syukur bukan hanya bagian dari tradisi, tetapi juga momentum kebudayaan dan pariwisata yang potensial.
“Tondano akan menjadi pusat perayaan, dan ke depan kita harapkan acara ini bisa berkembang menjadi salah satu ikon budaya tahunan Kabupaten Minahasa,” ujar Vasung.
Seluruh OPD yang hadir dalam rapat menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh kelancaran kegiatan. Mereka juga diminta untuk berkoordinasi secara aktif guna memastikan segala persiapan teknis berjalan lancar.
Dengan tema kebersamaan dalam kesederhanaan, Pengucapan Syukur 2025 di Minahasa diharapkan menjadi momen reflektif, mempererat solidaritas sosial, serta memperkuat identitas budaya daerah di tengah masyarakat.(*/B.LENGKONG)






