Kapolres Steven Simbar tegaskan sinergi TNI-Polri dan pemerintah daerah untuk menjaga keamanan Pemilihan Hukum Tua di Minahasa.
MINAHASA, CiptaNews.id – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) Tahun 2026, Polres Minahasa mulai mematangkan strategi pengamanan guna mengantisipasi berbagai potensi kerawanan yang dapat mengganggu jalannya pesta demokrasi di tingkat desa.

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui pelaksanaan Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral yang digelar di Ruang Maesa Polres Minahasa, Rabu (10/6/2026), dengan melibatkan unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, serta para camat se-Kabupaten Minahasa.
Rakor dipimpin langsung Kapolres Minahasa AKBP Steven J.R. Simbar, S.I.K., dan dihadiri Asisten I Pemerintah Kabupaten Minahasa Dr. Drs. Riviva Maringka, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Minahasa Alexander Mamesa, S.STP., M.Si., para camat, Kapolsek jajaran Polres Minahasa, serta Danramil jajaran Minahasa.
Dalam arahannya, Kapolres menegaskan bahwa rakor lintas sektoral menjadi langkah strategis untuk menyamakan persepsi dan memperkuat koordinasi seluruh pemangku kepentingan dalam mengawal tahapan Pilhut 2026.
“Melalui koordinasi yang solid, kita dapat mengantisipasi berbagai potensi kerawanan yang mungkin muncul, mulai dari praktik politik uang, penyebaran hoaks, kampanye hitam di media sosial, hingga konflik sosial akibat ketidakpuasan terhadap hasil pemilihan,” tegas AKBP Steven Simbar.
Kapolres juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap peredaran minuman keras menjelang masa tenang dan hari pemungutan suara. Menurutnya, faktor tersebut kerap menjadi pemicu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat di tingkat desa.
Selain itu, seluruh pihak diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan masuknya provokator yang berpotensi memecah belah masyarakat dan mengganggu stabilitas keamanan selama proses pemilihan berlangsung.
Sementara itu, Asisten I Pemkab Minahasa, Dr. Drs. Riviva Maringka, mengungkapkan bahwa pelaksanaan Pilhut 2026 akan menjadi perhatian serius pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.
Menurutnya, aspek keamanan menjadi salah satu indikator utama keberhasilan pelaksanaan Pilhut, terlebih adanya agenda monitoring dan pemantauan langsung dari pemerintah terhadap proses demokrasi di Kabupaten Minahasa.
“Keamanan dan ketertiban harus menjadi prioritas bersama agar seluruh tahapan Pilhut dapat berjalan lancar, demokratis, dan menghasilkan pemimpin desa yang benar-benar dipilih masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kabag Ops Polres Minahasa AKP Aspri Djohar, S.H., turut memaparkan kesiapan pengamanan serta langkah-langkah preventif yang akan diterapkan selama seluruh tahapan Pilhut berlangsung.
Rapat koordinasi yang berlangsung sejak pukul 10.00 hingga 12.00 WITA itu berjalan aman dan kondusif. Melalui forum tersebut, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, penyelenggara, dan seluruh elemen masyarakat semakin kuat dalam mewujudkan Pemilihan Hukum Tua Tahun 2026 yang aman, damai, transparan, dan demokratis.
Polres Minahasa menegaskan akan terus melakukan pemetaan kerawanan serta pengawasan intensif di setiap desa guna memastikan pesta demokrasi tingkat desa berlangsung tanpa gangguan keamanan maupun pelanggaran hukum.(*/Steven)





