MANADO, CiptaNews.id – Dewan Pengurus Besar (DPB) WARANEY PUSER IN’TANA Sulawesi Utara menyatakan sikap tegas menolak segala bentuk gerakan makar, pengkhianatan terhadap negara, maupun upaya pengambilalihan kekuasaan secara inkonstitusional.
Pernyataan sikap tersebut disampaikan langsung Ketua Umum DPB WARANEY PUSER IN’TANA Sulawesi Utara, John F. S. Pandeirot, bersama jajaran pengurus organisasi, Jumat (6/11/2026), di Manado.
Dalam pernyataan resminya, WARANEY PUSER IN’TANA menegaskan bahwa stabilitas nasional, persatuan bangsa, serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus dijaga oleh seluruh elemen masyarakat.
Organisasi ini menilai, setiap upaya menggulingkan pemerintahan yang sah di luar mekanisme konstitusi merupakan tindakan yang bertentangan dengan prinsip demokrasi dan kedaulatan rakyat.
“Sebagai anak bangsa yang menjunjung tinggi kehormatan dan kedaulatan tanah air, kami menolak segala bentuk gerakan yang berpotensi merusak persatuan, mengganggu stabilitas nasional, serta mengancam keutuhan NKRI,” demikian sikap yang disampaikan dalam pernyataan resmi tersebut.
Soroti Potensi Provokasi dan Pelemahan Institusi Negara
Selain menyampaikan penolakan terhadap makar dan kudeta, WARANEY PUSER IN’TANA juga menyoroti sejumlah pola yang menurut organisasi tersebut berpotensi dimanfaatkan untuk menciptakan ketidakstabilan nasional.
Sedikitnya terdapat tiga hal yang menjadi perhatian organisasi.
Pertama, penyebaran narasi polarisasi dan disinformasi melalui berbagai saluran komunikasi, termasuk media sosial, yang dinilai berpotensi memicu ketidakpercayaan publik terhadap institusi negara.
Kedua, eksploitasi persoalan ekonomi dan sosial untuk membangun keresahan masyarakat. Organisasi tersebut mengingatkan agar persoalan kesejahteraan rakyat tidak dimanfaatkan sebagai alat provokasi yang berujung pada tindakan anarkis.
Ketiga, potensi pelemahan institusi negara melalui konsolidasi kepentingan kelompok tertentu dan penyalahgunaan mekanisme birokrasi maupun hukum.
Meski demikian, pandangan mengenai potensi skenario tersebut merupakan penilaian organisasi dan bukan kesimpulan adanya operasi makar atau kudeta yang telah terbukti. Karena itu, setiap dugaan pelanggaran hukum tetap harus dibuktikan melalui proses hukum dan mekanisme konstitusional.
Nyatakan Dukungan kepada Presiden Prabowo Subianto
Dalam pernyataan yang sama, WARANEY PUSER IN’TANA Sulawesi Utara juga menyatakan dukungan terhadap kepemimpinan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
John F. S. Pandeirot menegaskan, dukungan tersebut didasarkan pada harapan agar pemerintah konsisten menjalankan agenda pembangunan nasional, memperkuat kemandirian bangsa, serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Menurut organisasi tersebut, program strategis pemerintah, khususnya di bidang kedaulatan pangan, energi, dan pembangunan ekonomi, perlu mendapat pengawalan bersama dari seluruh elemen masyarakat.
WARANEY PUSER IN’TANA juga mengajak masyarakat Sulawesi Utara dan seluruh rakyat Indonesia untuk menjaga ketenangan, meningkatkan kewaspadaan, serta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
Organisasi ini menekankan bahwa perbedaan pandangan politik merupakan bagian dari demokrasi yang harus dihormati. Namun, penyampaian aspirasi maupun kritik terhadap pemerintah tetap harus dilakukan melalui jalur hukum dan mekanisme konstitusional.
Tegaskan Komitmen Menjaga NKRI
Menutup pernyataan sikapnya, WARANEY PUSER IN’TANA menegaskan komitmen untuk menjaga persatuan, kedaulatan negara, dan keutuhan NKRI berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
“Kedaulatan negara adalah harga mati. Loyalitas kepada pemerintahan yang sah merupakan kewajiban konstitusional,” demikian penegasan dalam pernyataan resmi tersebut.
Pernyataan sikap itu ditandatangani di Manado, Sulawesi Utara, pada 6 November 2026, atas nama Dewan Pengurus Besar WARANEY PUSER IN’TANA Sulawesi Utara.
Adapun jajaran yang tercantum dalam pernyataan tersebut yakni:
- John F. S. Pandeirot, Ketua Umum.
- Michael M. Worang, S.E., Sekretaris Jenderal.
- Winsy H. Lolowang, S.H., Bendahara Umum.
- Stefan Obadja Voges, S.H., M.H., Panglima Besar.
Melalui pernyataan tersebut, WARANEY PUSER IN’TANA berharap seluruh elemen bangsa tetap mengedepankan persatuan, menghormati konstitusi, dan menjaga stabilitas nasional di tengah dinamika politik Indonesia.(Steven)





