MANADO, CiptaNews.id – Bergulirnya kompetisi Liga 4 di menjadi momentum penting bagi kebangkitan sepak bola daerah. Namun di tengah euforia tersebut, perhatian publik mulai tertuju pada isu netralitas pejabat publik dalam pembinaan olahraga.
LSM INAKOR Sulawesi Utara menegaskan bahwa setiap pejabat, termasuk staf khusus di bidang olahraga, wajib menjaga profesionalitas dan menghindari tindakan yang berpotensi menimbulkan persepsi keberpihakan terhadap klub tertentu, termasuk .
Ketua INAKOR Sulut menekankan, prinsip keadilan harus menjadi fondasi utama dalam penyelenggaraan kompetisi.
“Sepak bola harus dijaga marwahnya. Tidak boleh ada kesan perlakuan khusus, apalagi jika itu datang dari lingkar kekuasaan. Fair play tidak hanya berlaku bagi pemain, tetapi juga bagi pengambil kebijakan,” tegasnya.
Menurutnya, dukungan terhadap kebangkitan klub merupakan hal yang wajar dan patut diapresiasi. Namun, dukungan tersebut harus diberikan secara adil, terbuka, dan proporsional kepada seluruh peserta Liga 4.
“Jika ada fasilitas, akses, atau perhatian, maka harus berlaku setara. Jangan sampai ada klub yang merasa dianaktirikan. Ini bukan hanya soal kompetisi, tetapi soal keadilan,” ungkap Rolly dalam rilisnya, Senin (23/03/2026).
INAKOR juga mengingatkan bahwa pembiaran terhadap isu yang berkembang di ruang publik berpotensi menimbulkan spekulasi serta menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap tata kelola olahraga di daerah.
“Kami tidak menuduh, tetapi mengingatkan secara serius. Ketika publik mulai bertanya, maka pejabat publik wajib memberikan klarifikasi. Transparansi adalah kunci agar tidak muncul kecurigaan yang lebih luas,” ujarnya.
Sebagai bentuk komitmen, INAKOR menyatakan akan terus mengawal jalannya kompetisi dan tata kelola pembinaan olahraga agar tetap berjalan profesional, transparan, dan berkeadilan.
“Liga 4 harus menjadi panggung prestasi, bukan ruang yang dibayangi persepsi ketidakadilan. Semua klub harus diperlakukan sama,” tutupnya.(Fadly)





