SITARO, CiptaNews.id – Sejumlah perhatian publik tertuju pada pemanggilan terhadap Bupati Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (SITARO), Cyntia Tumbio Kalangit, oleh Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara terkait penanganan bantuan bencana erupsi Gunung Api Ruang.
Melalui pernyataan yang disampaikan kepada publik lewat media sosialnya (FB), Sabtu (28/02/2026), Cyntia menegaskan bahwa dirinya hadir memenuhi panggilan sebagai saksi dan menghormati sepenuhnya proses hukum yang sedang berjalan.

“Sebagai masyarakat yang taat hukum, saya hadir sebagai saksi dalam permasalahan erupsi Gunung Ruang. Tentunya sebagai warga negara yang baik, saya menghormati proses hukum yang sementara berjalan,” ujarnya.
Dalam keterangannya, Cyntia juga menyampaikan harapan agar proses hukum dapat segera diselesaikan. Hal ini menurutnya penting agar hak-hak masyarakat terdampak erupsi dapat segera dipenuhi secara menyeluruh.
Ia menyoroti masih adanya sekitar 10 persen bantuan erupsi yang belum tersalurkan kepada masyarakat. Selain itu, terdapat kurang lebih 200 kepala keluarga (KK) yang sejak awal belum masuk dalam data korban erupsi dan hingga kini masih membutuhkan perhatian serta uluran tangan pemerintah.
“Kita berharap proses ini bisa segera selesai, karena masih ada hak masyarakat yang belum tersalurkan dan masih ada ratusan KK yang membutuhkan bantuan,” ungkapnya.
Di tengah dinamika yang berkembang, Cyntia mengajak seluruh masyarakat SITARO untuk tetap berpikir jernih, cerdas dalam menganalisis persoalan, serta menjaga suasana damai.
Ia mengimbau agar masyarakat tetap saling menghormati dan menguatkan sebagai satu keluarga besar “Anau Wanua”.
“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk cerdas dalam berpikir dan menganalisis permasalahan. Mari kita pelihara suasana damai, saling menghormati, dan saling menguatkan sebagai satu keluarga besar,” tuturnya.
Cyntia juga menegaskan keyakinannya bahwa kebenaran pada akhirnya akan terungkap tanpa harus disertai amarah.
“Kebenaran tidak perlu dibela dengan amarah, ia akan bersinar dengan sendirinya bagi mereka yang berhati jernih,” katanya.
Dengan situasi yang masih berkembang, masyarakat berharap penanganan hukum dan penyaluran bantuan erupsi Gunung Ruang dapat berjalan transparan, akuntabel, dan memberikan keadilan bagi seluruh warga terdampak di Kabupaten Kepulauan SITARO.(*/SPAN)






