MINUT, Ciptanews- Kepala BPJN Sulawesi utara Hendro Satrio yang saat itu didampingi Kasatker Wilayah 1 Yulianti Manu,Kasatker Wilayah II Indra Gunawan yang diwakili Steven Dotulong, Kasatker Wilayah III Okto Silitonga dan Kasubag TU Djenry Wongkar menggelar konfrensi pers, Senin (11/09/2023) di lantai 4 Gedung BPJN Sulut.
Konfrensi pers ini dilaksanakan untuk menjawab sejumlah pertanyaan-pertanyaan dari wartawan dan LSM terkait pekerjaaan yang ada diruas jalan Nasional.
Hendro mengatakan BPJN adalah bentuk keterbukaan terkait informasi apa saja yang dibutuhkan wartawan dan LSM.
hendro senang kegiatan seperti ini karena ini adalah bentuk kontrol teman teman terhadap kinerja kami,”ujarnya
Kabalai Hendro Satrio mengajak untuk semua media dan LSM bersinergi dalam mengawasi proyek proyek BPJN.
“Kalau ada yang tidak maksimal atau buruk kinerjanya laporkan pada kami. akan segera kami tindak lanjuti,” ujarnya.
Kabalai juga mengakui kesulitan BPJN menghadapi para kontraktor “nakal” yang buruk kinerjanya namun mereka terkesan dipaksa untuk menandatangani kontrak yang disodorkan BP2JK karena tidak punya kapasitas untuk menilai kinerja para Kontraktor dan akibatnya untuk menyelesaikan sejumlah proyek kami harus “berdarah darah” karena kinerja mereka sangat buruk.
“Kami bisa menolak kecuali kami punya bukti kontraktor bersangkutan blacklist di daerah lain dan itupun kami harus punya bukti yang kuat kalau sampai tidak terbukti PPK kami harus mundur kalau tidak di pecat. Kan kasian kalau pegawai kami harus dipecat karena kesalahan pihak lain,” ujar Kepala BPJN Sulut.(*/Fonny)






