MINAHASA, CiptaNews.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Minahasa menggelar Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-598 Kabupaten Minahasa di Gedung Wale Ne Tou, Tondano, Kamis (5/11/2026).
Peringatan hari bersejarah bagi masyarakat Minahasa tersebut berlangsung dengan nuansa adat dan budaya, sebagai bentuk penghormatan terhadap identitas serta warisan leluhur Tanah Minahasa.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyambutan Tonaas dari sembilan Pakasaan oleh para Waraney saat memasuki Gedung Wale Ne Tou Tondano. Suasana adat semakin terasa ketika Bupati Minahasa, Robby Dondokambey, yang juga menjabat Ketua Umum Majelis Kebudayaan Minahasa (MKM), mengukuhkan Bupati Minahasa Selatan Franky Wongkar dan Bupati Minahasa Tenggara Ronald Kandoli sebagai Tonaas Ukung Um Banua.
Prosesi kemudian dilanjutkan dengan penampilan Tarian Kabasaran oleh para Waraney, sebelum Ketua DPRD Minahasa, Franky Wolayan, secara resmi membuka Rapat Paripurna.

Dalam sambutannya, Franky Wolayan mengajak seluruh masyarakat Minahasa menjadikan peringatan hari jadi ke-598 sebagai momentum untuk mengenang sejarah, memperkuat identitas daerah, sekaligus memperbarui komitmen dalam membangun masa depan Minahasa.
Menurutnya, peringatan hari jadi bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan kesempatan untuk merefleksikan perjuangan, pengorbanan, kerja keras, persaudaraan, serta kecintaan terhadap tanah kelahiran yang diwariskan para leluhur.

“Momentum hari jadi Minahasa ini menjadi pengingat bahwa tanggung jawab kita bukan hanya menjaga warisan masa lalu, tetapi juga menyiapkan masa depan Minahasa yang lebih baik,” ujar Wolayan.
Ia menegaskan, semangat peringatan HUT ke-598 harus menjadi dorongan bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus bekerja, berinovasi, dan berkarya demi mewujudkan Minahasa sebagai daerah pariwisata yang mandiri dan sejahtera.

Wolayan juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Minahasa atas berbagai capaian pembangunan dan penghargaan yang diraih. Apresiasi turut diberikan kepada panitia pelaksana yang telah menyelenggarakan berbagai kegiatan menyambut HUT Minahasa, mulai dari ziarah makam mantan Bupati dan Wakil Bupati, bakti sosial, karnaval budaya, hingga pemilihan Waraney dan Wulan Minahasa 2026.
Ia berharap para finalis yang terpilih sebagai Waraney dan Wulan Minahasa dapat menjalankan peran lebih luas, bukan hanya sebagai duta pariwisata, tetapi juga sebagai representasi daerah yang turut mempromosikan potensi wisata dan kebudayaan Minahasa.

Mengangkat tema “Pariwisata Maju, Ekonomi Tumbuh, Masyarakat Sejahtera”, Wolayan menekankan bahwa pembangunan pariwisata harus memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
“Minahasa bukan hanya harus indah untuk dikunjungi, tetapi juga produktif untuk dikembangkan, menarik untuk diinvestasikan, dan sejahtera untuk ditinggali,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, DPRD Minahasa juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur J. Victor Mailangkay atas dukungan terhadap pembangunan di Kabupaten Minahasa.
Robby Dondokambey Paparkan Capaian Pembangunan Minahasa
Sementara itu, Bupati Minahasa Robby Dondokambey dalam sambutannya menyampaikan bahwa perjalanan 598 tahun Minahasa merupakan rentang sejarah panjang yang menyimpan nilai perjuangan, pengorbanan, kebersamaan, serta semangat pantang menyerah dari generasi ke generasi.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Minahasa, ia menyampaikan ucapan selamat Hari Jadi ke-598 kepada seluruh masyarakat Minahasa, baik yang berada di daerah maupun di perantauan.
Robby mengatakan, berbagai program pembangunan yang dilaksanakan bersama seluruh pemangku kepentingan mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan.
Dari sektor ekonomi, Kabupaten Minahasa mencatat pertumbuhan sebesar 5,58 persen hingga akhir 2025. Sementara angka kemiskinan berhasil ditekan hingga 5,88 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional.
Di sektor pendapatan daerah, Bupati juga menyampaikan bahwa realisasi retribusi hingga Oktober 2026 telah mencapai 118,7 persen dari target yang ditetapkan, dengan nilai sekitar Rp1,032 miliar.
Pada bidang kesehatan dan pembangunan keluarga, pemerintah daerah terus memperkuat berbagai program percepatan penurunan stunting. Sejumlah penghargaan yang diterima Kabupaten Minahasa sepanjang 2026 disebut menjadi salah satu indikator hasil kerja sama pemerintah, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat.
Di bidang pemerintahan desa, Minahasa telah melaksanakan pemilihan hukum tua secara serentak pada 129 desa. Pemerintah daerah juga mencatat berbagai prestasi desa hingga tingkat nasional serta peningkatan indeks desa yang melampaui target RPJMD.
Sementara itu, Tim Penggerak PKK Kabupaten Minahasa turut memberikan kontribusi melalui berbagai program pemberdayaan keluarga dan prestasi dalam sejumlah perlombaan tingkat Provinsi Sulawesi Utara.
Untuk memperkuat perlindungan sosial, pemerintah daerah meningkatkan cakupan penerima bantuan pangan menjadi 34.544 keluarga penerima manfaat. Program tersebut juga disertai penyaluran bantuan beras bagi masyarakat kurang mampu di 25 kecamatan, serta pelaksanaan Gerakan Pangan Murah dan pemantauan stabilitas harga kebutuhan pokok.
Di sektor olahraga, Bupati menyampaikan kebanggaan atas capaian Kabupaten Minahasa yang berhasil meraih peringkat kedua umum pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Utara 2025.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras atlet, pelatih, dan seluruh pihak yang berkomitmen memajukan olahraga daerah. Pemerintah Kabupaten Minahasa juga memberikan apresiasi melalui pemberian bonus kepada atlet dan pelatih yang meraih prestasi.
Pariwisata, Infrastruktur dan Tata Kelola Pemerintahan
Pada sektor pariwisata dan kebudayaan, Robby menyebut Minahasa memiliki potensi besar yang terus dikembangkan, termasuk peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara serta penetapan sejumlah warisan budaya tak benda dan cagar budaya oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
Pemerintah daerah juga terus mendorong pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas pelayanan publik, di antaranya melalui pengembangan Mal Pelayanan Publik sebagai pusat pelayanan terpadu.
Selain itu, peningkatan fasilitas kesehatan dilakukan melalui beroperasinya gedung baru Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sam Ratulangi serta pengembangan Laboratorium Kesehatan Masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Minahasa juga terus memperjuangkan revitalisasi Stadion Maesa serta menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat terhadap sejumlah program strategis, termasuk Sekolah Taruna Nusantara, Sekolah Rakyat, Desa Asri, Desa Wisata, dan Kampung Nelayan Merah Putih.
Dalam aspek tata kelola pemerintahan, Minahasa berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI untuk ke-12 kali secara berturut-turut.
Kabupaten Minahasa juga meraih peringkat ketiga tingkat Provinsi Sulawesi Utara dalam kecepatan penyelesaian tindak lanjut hasil pemeriksaan BPK.
Meski demikian, Robby mengingatkan bahwa berbagai capaian tersebut tidak boleh membuat pemerintah daerah berpuas diri. Masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang membutuhkan perhatian dan kerja keras bersama.
Ia menegaskan pentingnya kemitraan antara pemerintah daerah dan DPRD sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah untuk memastikan setiap kebijakan, program, dan keputusan pembangunan benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat.
“Berbagai capaian yang telah kita raih tentu patut disyukuri. Namun, kita juga harus menyadari masih terdapat pekerjaan rumah yang membutuhkan perhatian dan kerja keras bersama,” ungkapnya.
Robby menegaskan bahwa visi pembangunan Kabupaten Minahasa sebagai daerah pariwisata yang maju dan sejahtera harus menjadi pedoman dalam setiap kebijakan pembangunan.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan, merawat kerukunan, melestarikan adat dan budaya, serta terus menghidupkan nilai-nilai luhur yang diwariskan para tokoh Minahasa, termasuk semangat perjuangan Sam Ratulangi.
Menutup sambutannya, Bupati Robby Dondokambey menyampaikan ucapan selamat kepada para kepala daerah yang menerima gelar adat Tonaas Ukung Um Banua.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat menjadikan HUT ke-598 sebagai momentum memperkuat kebersamaan dan melanjutkan pembangunan daerah.
“Mari kita terus bersatu, bergerak, dan berkarya dengan semangat kebersamaan. Kita lanjutkan pembangunan untuk Minahasa yang semakin maju dan sejahtera,” pungkasnya.
Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-598 Minahasa ini menjadi momentum refleksi perjalanan sejarah daerah sekaligus penguatan komitmen antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan, berbasis potensi pariwisata, kebudayaan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.(steven)
Advertorial






