MANADO, Ciptanews.id – Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas keamanan dan memperkuat nilai toleransi sebagai fondasi utama pembangunan daerah.
Pernyataan tersebut disampaikan Yulius Selvanus melalui akun Facebook pribadinya, hari ini, Rabu (04/03/2026). Ia menyebut kepercayaan yang diberikan masyarakat Sulawesi Utara menjadi amanah besar untuk memimpin provinsi yang dikenal dengan keberagaman suku, agama, dan budaya.

“Saya telah dipercaya oleh rakyat Sulawesi Utara untuk memimpin provinsi yang penuh keberagaman ini,” tulisnya.
Menurutnya, pengalaman panjang dalam pengabdian telah membentuk karakter kepemimpinan yang tegas namun tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Ia meyakini, kekuatan utama Sulawesi Utara terletak pada semangat kebersamaan yang terangkum dalam falsafah “Torang Samua Basudara”.
Semangat tersebut, lanjutnya, tercermin dalam perayaan Cap Go Meh 2577 Kongzili yang digelar pada 3 Maret 2026. Perayaan budaya itu dinilai bukan sekadar tradisi komunitas tertentu, melainkan pesta rakyat yang memperkuat fondasi toleransi dan persatuan di daerah Nyiur Melambai.
“Perayaan budaya bukan hanya tradisi satu kelompok, melainkan pesta rakyat yang memperkuat fondasi toleransi dan persatuan kita,” ungkapnya.
Gubernur menekankan bahwa stabilitas keamanan serta keharmonisan antarumat beragama dan antarbudaya merupakan modal dasar dalam mendorong kemajuan daerah. Kondisi yang kondusif, menurutnya, akan menjadi daya tarik investasi sekaligus mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh adat, pemangku kepentingan, hingga aparatur pemerintahan, untuk terus memperkuat kolaborasi.
“Bekerja sama dengan semua pihak, kita akan menjadikan Sulawesi Utara sebagai provinsi yang aman, rukun, dan makmur, di mana setiap warga dapat merasakan manfaat pembangunan secara adil,” tegasnya.
Dengan komitmen tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara diharapkan mampu menjaga reputasi daerah sebagai salah satu wilayah paling toleran di Indonesia, sekaligus memperkuat daya saing dalam pembangunan berkelanjutan.(*/Steven)






