KOTA SORONG, ciptanews.id – Stadion sepak bola Wombik yang terletak di kilo meter 16 kota Sorong menjadi sorotan tajam dan keras dari berbagi kalangan, khususnya dari Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Barat Daya.
Di antara sejumlah nama keterwakilan anggota MRP sebagai mitra kerja dengan pemerintah, salahsatunya adalah Ehut Kalaibin, dimana Ehut mengkritisi sekaligus mendesak Pemerintah Daerah, baik itu Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten serta Kota untuk sesegera mungkin melakukan dan mengambil langkah mengembalikan stadion Wombik sebagai stadion yang sudah berdiri sekian lama di kota Sorong sebagai salah satu stadion nasional.

Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) PBD yang di angkat dari kabupaten Sorong itu menjelaskan bahwa pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, yang sebelumnya di jabat oleh PJ, Gubernur Muhamad Musa’at diduga sengaja mematikan bakat dan minat seluruh atlet pesepak bola di Provinsi tersebut.
Menurut Ehut, sangat di sayangkan bangunan stadion yang sudah sekian tahun berdiri, dan mampu menampung bakat anak- anak Papua yang berpotensi memainkan “si kulit bundar” ternyata di abaikan oleh Pemerintah sendiri.
“Nah, kalau sudah begini jalan keluarnya adalah membangun stadion yang baru, tapi hingga saat ini belum terlihat jelas rancangan stadion itu,” kata anak terbaik suku Moi itu.
” Kalaupun mau di bangun, lahannya di mana, dan kapan bangunan fisik itu bisa terlihat dengan kasat mata dan dapat bisa di raba oleh setiap tangan warga Sorong. Kami sebagai keterwakilan masyarakat Provinsi Papua Barat Daya, yang di angkat sesuai dengan undang undang NKRI, dan undang – undang OTSUS PAPUA kami mendesak Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Kota secepat mungkin melakukan rapat koordinasi, agar bisa melihat keluhan yang sudah menyayat hati masyarakat, saya berbicara atas nama warga, dan permintaan warga stadion Wombik tidak boleh jauh dari lokasi yang lama,” ucap Ehut Kalaibin, Senin (28/04/2025).
Di tanya Wartawan jika Pemerintah tidak menyikapi keluhan warga, lalu apa tindakan selanjutnya sehingga Stadion bisa terwujud, dan warga pun kembali percaya kepada Pemerintah ??? anggota MRP yang biasa dikenal dengan respons cepat setiap persoalan warga itu mengatakan dengan tegas, bahwa pihaknya akan mengundang semua elemen masyarakat, lebih khusus keterwakilan adat masyarakat asli Papua, duduk dan bahas serta menjadi satu aspirasi kepada Pemerintah.
” Jika itu tidak di sikapi juga, kami akan membawa hingga ke ranah hukum, sehingga pembongkaran anggaran pembangunan bisa terang benderanng, bila perlu kita desak Kepolisian, Kejaksaan dan KPK periksa persoalan Wombik tersebut,” ungkap Ehut Kalaibin.
” Kami menilai sebetulnya pemerintah sebagai bapak yang baik, haruslah mampu membuka peluang dan membangkitkan semangat juang anak-anak Papua, bukan sebaliknya mengubur dalam-dalam bakat dan minat anak-anak muda papua, saya dapat pastikan ketika da Event bola nasional, dan lintas antar Papua Sorong sebagai penonton setia, mengapa karena Provinsi Papua Barat Daya tidak memiliki stadion berstandar nasional,” tutup Ehut Kalaibin, Senin (28/04/2025) di salah satu rumah makan kota Sorong. (Merlyn)






