PJS Sulut Tancap Gas Menuju Konstituen Dewan Pers, Desak Pengurus Lengkapi Berkas dan Perkuat Kompetensi Wartawan Lewat UKW

Tampak Ketua DPD PJS Sulut, Butje Lengkong didampingi Sekretaris Steven Pande-iroot, Bendahara Trivena, serta Fadly Mokodompit saat Rapat Koordinasi DPD Pro Jurnalismedia Siber (PJS) Sulut bersama DPC Kabupaten/Kota (ciptanews.id)

MANADO, CiptaNews.id  – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pro Jurnalismedia Siber (PJS) Sulawesi Utara mulai “tancap gas” memperkuat legitimasi organisasi dengan menargetkan diri sebagai konstituen Dewan Pers, melalui rapat koordinasi bersama seluruh pengurus DPC kabupaten/kota.

Rapat strategis yang digelar di Sekretariat DPC PJS Kota Manado, Rabu (15/04/2026), menjadi momentum konsolidasi serius untuk membenahi aspek administratif sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya wartawan di daerah.

Bacaan Lainnya
Suasana Rapat Koordinasi DPD Pro Jurnalismedia Siber (PJS) Sulut bersama DPC Kabupaten/Kota (ciptanews.id)

Ketua DPD PJS Sulut, Butje Lengkong, secara tegas mengingatkan bahwa peluang menjadi konstituen Dewan Pers tidak boleh disia-siakan akibat kelalaian internal.

“Seluruh pengurus dan anggota PJS wajib segera mengisi dan melengkapi berkas. Ini bukan sekadar administrasi, tetapi menyangkut kredibilitas organisasi di mata Dewan Pers,” tegas Lengkong.

Menurutnya, status sebagai konstituen Dewan Pers bukan hanya simbol, melainkan bentuk pengakuan terhadap profesionalisme, integritas, dan standar kerja jurnalistik yang dijalankan organisasi.

Dalam rapat tersebut, dua isu krusial menjadi fokus utama. Pertama, percepatan kelengkapan berkas pengurus dan anggota sebagai syarat administratif pendaftaran. Kedua, pematangan pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Kota Manado sebagai instrumen peningkatan kualitas insan pers.

Sekretaris DPD PJS Sulut, Steven Pande-iroot, menegaskan bahwa UKW harus dipandang sebagai kebutuhan mendesak, bukan sekadar agenda seremonial.

“UKW adalah instrumen penting untuk meningkatkan kapasitas dan skill wartawan. Tanpa kompetensi yang terukur, sulit bagi wartawan untuk menjaga profesionalisme dan kepercayaan publik,” ujarnya.

Ia juga menyoroti tantangan dunia pers saat ini yang semakin kompleks, terutama di era digital, di mana kecepatan informasi sering kali tidak diimbangi dengan akurasi dan etika jurnalistik.

“Di tengah maraknya informasi yang tidak terverifikasi, wartawan dituntut tidak hanya cepat, tetapi juga akurat dan bertanggung jawab. Di sinilah pentingnya UKW,” tambahnya.

Rapat koordinasi ini turut dihadiri Ketua DPC PJS Kota Manado Franky Supit, Ketua Panitia UKW Fadly Mokodompit, Bendahara Trivena, serta jajaran pengurus DPC Kabupaten Minahasa Utara, Minahasa, dan anggota lainnya.

Langkah konsolidasi ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa PJS Sulut tidak ingin sekadar menjadi organisasi formalitas, tetapi bertransformasi menjadi organisasi pers yang diakui, profesional, dan berdaya saing.

Dengan dorongan percepatan administrasi dan penguatan kompetensi melalui UKW, PJS Sulut menegaskan posisinya dalam mendorong ekosistem pers yang sehat, kredibel, dan bertanggung jawab di Sulawesi Utara.(Trivena)

Pasang

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *