Gubernur YSK Dorong Pengembangan Fakultas Kedokteran di Sulut, De La Salle Terima 20 Mahasiswa Baru

Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling (YSK) saat mengunjungi Fakultas Kedokteran Universitas Katolik De La Salle Manado (ist)

MANADO, CiptaNews.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) mendorong pengembangan pendidikan kedokteran di daerah sebagai bagian dari upaya memperkuat ketersediaan tenaga dokter dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Komitmen tersebut ditegaskan Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling (YSK) saat mengunjungi Fakultas Kedokteran Universitas Katolik De La Salle Manado, Senin (19/10/2026).

Bacaan Lainnya
Foto bersama Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling (YSK) saat mengunjungi Fakultas Kedokteran Universitas Katolik De La Salle Manado (ist)

Dalam kunjungan itu, Gubernur YSK menegaskan bahwa penguatan sektor kesehatan tidak hanya dilakukan melalui peningkatan fasilitas dan pelayanan medis, tetapi juga harus ditopang dengan ketersediaan sumber daya manusia, khususnya tenaga dokter yang berkualitas.

Menurutnya, perguruan tinggi di Sulawesi Utara memiliki peran strategis dalam mencetak tenaga medis yang nantinya dapat berkontribusi langsung terhadap kebutuhan pelayanan kesehatan di daerah.

Foto bersama Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling (YSK) saat mengunjungi Fakultas Kedokteran Universitas Katolik De La Salle Manado (ist)

“Pemerintah provinsi itu sangat peduli tentang kesehatan. Salah satu upaya yang kita lakukan adalah mendorong agar program studi kedokteran di perguruan tinggi di Sulut ini dapat dibuka,” tegas YSK.

Namun, Gubernur mengakui bahwa pengembangan pendidikan kedokteran bukan perkara sederhana. Pasalnya, pembukaan program studi kedokteran di Indonesia masih menghadapi kebijakan moratorium pemerintah pusat.

Meski demikian, YSK mengungkapkan telah melakukan langkah komunikasi dengan pemerintah pusat, termasuk menyampaikan permohonan kepada Presiden untuk memperjuangkan peluang pembukaan pendidikan kedokteran di Sulawesi Utara.

“Meski saat ini untuk kedokteran masih dikunci di seluruh Indonesia, masih moratorium, belum dicabut moratoriumnya. Tapi saya arahkan untuk buatkan surat kepada Presiden, sehingga akhirnya bisa disetujui. Sulut dapat empat, UNIMA jadi pilot proyeknya,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur YSK juga menyampaikan apresiasi kepada Universitas Katolik De La Salle Manado yang telah mengambil bagian dalam pengembangan pendidikan kedokteran di Sulawesi Utara.

Fakultas Kedokteran De La Salle diketahui telah menerima 20 mahasiswa baru. Gubernur berharap para mahasiswa tersebut dapat menjalani pendidikan dengan baik hingga menjadi dokter profesional yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Saya mengapresiasi Universitas De La Salle dan berharap dengan dibukanya Fakultas Kedokteran di De La Salle ini, dengan jumlah mahasiswa baru 20, saya harap mereka akan menjadi dokter-dokter yang sukses,” ujarnya.

YSK menekankan bahwa keberhasilan pengembangan pendidikan kedokteran tidak semata-mata diukur dari jumlah mahasiswa yang diterima. Lebih dari itu, keberadaan fakultas kedokteran harus mampu menghasilkan lulusan yang kompeten dan menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.

“Yang terpenting, pelayanan kesehatan di Sulut akan semakin baik,” tandasnya.

Usai menyampaikan arahan dan dukungan, Gubernur YSK meninjau langsung lingkungan Fakultas Kedokteran Universitas Katolik De La Salle Manado.

Dalam peninjauan tersebut, ia melihat aktivitas mahasiswa serta sejumlah ruangan dan fasilitas laboratorium yang digunakan untuk menunjang kegiatan akademik dan praktik pembelajaran.

Dukungan terhadap pengembangan pendidikan kedokteran ini diharapkan menjadi salah satu langkah memperkuat kapasitas sumber daya manusia kesehatan di Sulawesi Utara.

Ke depan, tantangan yang perlu dijawab bukan hanya memperluas akses pendidikan kedokteran, tetapi juga memastikan kualitas pembelajaran, ketersediaan tenaga pengajar, fasilitas praktik, serta distribusi dokter agar pelayanan kesehatan dapat menjangkau masyarakat hingga wilayah terpencil dan kepulauan.

Dengan demikian, pengembangan fakultas kedokteran di daerah diharapkan tidak berhenti pada penerimaan mahasiswa baru, melainkan berlanjut pada lahirnya dokter-dokter berkualitas yang mampu memperkuat sistem pelayanan kesehatan di Sulawesi Utara.(*/Steven)

Pasang

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *