Diduga Akibat Jalan Berlubang, Bocah 12 Tahun di Tondano Meninggal Dunia Usai Kecelakaan Motor

Tampak kondisi jalan berlubang yang telah ditaruh krans duka yang diduga sebagai penyebab kecelakaan (ist)

MINAHASA, CiptaNews.id – Kecelakaan lalu lintas yang diduga dipicu kondisi jalan berlubang kembali menelan korban jiwa. Seorang bocah perempuan bernama Queency Tumonggor (12) meninggal dunia setelah sepeda motor yang ditumpanginya bersama sang ibu terjatuh di ruas jalan dalam Kota Tondano, Kabupaten Minahasa.

Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Minggu malam, 15 Maret 2026, sekitar pukul 19.00 WITA. Saat itu, korban dibonceng ibunya mengendarai sepeda motor dari arah Tounsaru menuju rumah mereka di Kelurahan Wengkol, Tondano.

Bacaan Lainnya
Foto almarhum serta keadaan jalan yang dimaksud (ist)

Namun ketika melintas di ruas jalan depan bekas Rumah Makan Nirwana, dekat kawasan Benteng Moraya, kendaraan yang mereka tumpangi diduga masuk ke lubang jalan yang tertutup genangan air hujan.

Akibatnya, sepeda motor kehilangan kendali dan keduanya terjatuh ke badan jalan. Dalam insiden tersebut, kepala korban terbentur keras ke permukaan aspal.

Korban bersama ibunya kemudian dilarikan ke RSU Tondano untuk mendapatkan penanganan medis. Namun nahas, nyawa Queency tidak dapat diselamatkan. Sementara itu, sang ibu masih menjalani perawatan di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Sejumlah warga menyebut kondisi lubang di jalan tersebut sulit terlihat, terutama saat hujan karena tertutup genangan air.

Peristiwa ini pun memicu keprihatinan masyarakat yang menilai kerusakan jalan di dalam kota seharusnya segera mendapat perhatian pemerintah daerah sebelum memicu korban lain.

Warga berharap pemerintah daerah dan dinas terkait dapat segera melakukan perbaikan terhadap jalan berlubang, khususnya di titik-titik rawan kecelakaan.

Dengan kejadian ini mohon pemerintah/Dinas terkait agar hal-hal sepele seperti ini berharap hal-hal seperti ini (jalan yang berlobang di dalam kota) agar dan jangan menunggu korban berikutnya tulis Willy Senduk, salah satu tokoh masyarakat Tondano melalui Facebook miliknya, Selasa (17/03/2026). yang turut menyertakan foto kondisi jalan serta korban kecelakaan tersebut.

Kasus ini kembali menjadi pengingat pentingnya pemeliharaan infrastruktur jalan demi keselamatan pengguna jalan, terutama di kawasan yang padat aktivitas masyarakat.

Menindaklanjuti informasi ini, wartawan menghubungi Kadis PU Sulut, Ir. Deicy Paath, ST, MT melalui WA nomor 08219672xxxx serta Kadis PU Minahasa, Rivai Mamonto, ST melalui WA nomor 08528888xxxx untuk menginformasikan hal ini serta mempertanyakan kewenangan tanggungjawab atas jalan tersebut, namun hingga berita ini terbit belum ada tanggapan resmi.(span)

Pasang

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *