Pupuk Organik “Paten” Diperkenalkan di Manado, Diklaim Tingkatkan Produktivitas Pertanian hingga 50 Persen

Rusain Paputungan, figur asal Minahasa Selatan (ist)

MANADO, CiptaNews.id – Upaya mendukung program ketahanan pangan nasional yang digagas Presiden terus mendapat dukungan dari berbagai kalangan, termasuk pelaku dan pemerhati sektor pertanian di daerah.

Salah satunya datang dari Rusain Paputungan, figur asal Minahasa Selatan, yang memperkenalkan pupuk organik bernama “Paten” sebagai solusi untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani, khususnya di Sulawesi Utara.

Banner Pupuk Organik Paten (ist)

Sosialisasi produk tersebut digelar pada Jumat, 10 April 2026, di Hotel Travello Manado. Kegiatan ini menjadi langkah awal perluasan penggunaan pupuk organik “Paten” yang sebelumnya telah diuji coba di sejumlah wilayah di Minahasa Selatan.

Dalam pemaparannya, Rusain menjelaskan bahwa hasil uji coba menunjukkan peningkatan signifikan pada beberapa komoditas. “Pada tanaman kelapa, produktivitas meningkat hingga 50 persen, sementara pada tanaman cengkeh, dapat berbuah di luar musim,” ungkapnya.

Ia menambahkan, uji coba telah dilakukan di empat desa pada tahun 2025. Dan hasil ini dinilai cukup menjanjikan.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap petani, Rusain juga telah membagikan pupuk tersebut secara gratis kepada petani di Desa Sapa Timur, Minahasa Selatan. Program ini mendapat respons positif dari masyarakat, yang merasakan langsung dampak peningkatan hasil pertanian.

Menurutnya, petani merupakan tulang punggung perekonomian bangsa yang harus mendapatkan perhatian serius, terutama di tengah tingginya harga pupuk konvensional.

“Kami berharap pupuk ini bisa meringankan beban biaya produksi sekaligus meningkatkan hasil panen petani,” ujarnya.

Keunggulan pupuk “Paten”, lanjut Rusain, terletak pada harga yang relatif terjangkau serta kemudahan penggunaan tanpa memerlukan peralatan khusus. Hal ini dinilai menjadi solusi praktis bagi petani di daerah.

Pada tahun 2026, distribusi pupuk ini mulai diperluas ke wilayah Kotamobagu, yang dikenal memiliki potensi pertanian cukup besar di Sulawesi Utara. Rusain menyatakan akan melakukan pemantauan langsung terhadap perkembangan penggunaan pupuk tersebut di wilayah tersebut dalam waktu dekat.

“Ini baru tahap awal. Kami akan pastikan petani mendapatkan akses yang lebih mudah ke depannya,” jelasnya.

Program ini sejalan dengan konsep ketahanan pangan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012, yang menekankan pada ketersediaan, akses, pemanfaatan, dan stabilitas pangan secara berkelanjutan.

Dengan potensi peningkatan hasil yang signifikan, pupuk organik “Paten” diharapkan mampu menjadi alternatif solusi atas berbagai tantangan pertanian, termasuk produktivitas lahan dan tingginya biaya produksi.

Rusain pun optimistis, dengan dukungan berbagai pihak, pemanfaatan pupuk ini dapat diperluas ke lebih banyak wilayah. “Harapannya, tidak hanya empat desa, tetapi semakin banyak petani yang bisa merasakan manfaatnya,” pungkasnya.

Bagi masyarakat yang ingin memperoleh informasi lebih lanjut terkait produk pupuk organik “Paten”, dapat menghubungi agen resmi:

Nama: Rusain Paputungan
Kontak: +62 822-1323-8305 (WhatsApp)

Reporter : Vhey

Pasang

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *