MINAHASA, ciptanews.id – Wilayah Tondano Dua tengah bersiap menjadi tuan rumah perayaan Hari Persatuan (HAPSA) Wanita/Kaum Ibu (WKI) Sinode GMIM tahun 2025. Agenda besar ini akan digelar pada Jumat, 13 Juni 2025, dan dihadiri ribuan peserta dari berbagai daerah pelayanan Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM).
Dengan mengusung tema “Semangat Kebersamaan dan Penguatan Iman”, kegiatan ini akan dimulai dengan Ibadah Agung di Stadion Maesa Tondano pada pukul 09.00 WITA. Ibadah tersebut menjadi titik puncak spiritual, di mana jemaat GMIM, pelayan khusus, dan peserta dari berbagai wilayah akan bersatu dalam pujian, penyembahan, dan doa bersama.
Setelah ibadah, rangkaian acara dilanjutkan dengan berbagai kegiatan kompetitif dan rekreatif yang tersebar di beberapa jemaat wilayah Tondano Dua. Berikut beberapa kegiatan yang direncanakan:
- Lomba Cerdas Cermat Alkitab (CCA) di Jemaat Marturia Roong, sebagai ajang memperdalam pemahaman Alkitab serta mengasah kemampuan berpikir kritis dan kerja sama tim.
- Lomba Busana Gereja di Jemaat Bait-el Tuutu, yang menjadi panggung kreativitas dalam berpakaian gerejawi dengan tetap menjunjung etika dan kesopanan.
- Lomba Junjung Sosiru di Jemaat Alfa Omega Rinegetan, sebuah perlombaan tradisional khas Minahasa yang menekankan nilai budaya dan kekompakan.
- Lomba Gerak Jalan dari Stadion Maesa Tondano menuju Lapangan Sam Ratulangi Tondano, Jemaat Syalom Tounkuramber, sebagai simbol semangat juang dan kebersamaan.
- Senam Jantung Sehat di Jemaat Riedel Wawalintouan, yang bertujuan menjaga kesehatan jasmani bagi para peserta.
Ketua Umum Panitia, Pnt Martina Lengkong, SE, yang juga menjabat sebagai Ketua TP-PKK Kabupaten Minahasa, memastikan bahwa persiapan berjalan lancar berkat kerja sama erat antara panitia dan jemaat setempat.
“HAPSA WKI bukan sekadar perayaan rutin, tetapi momen yang memperkuat ikatan persaudaraan, iman, dan peran wanita/kaum ibu GMIM,” ujarnya.
Dampingi oleh Sekda Minahasa Dr Lynda Watania MM MSi selaku Ketua Harian Panitia, Lengkong menyampaikan harapannya agar kegiatan ini menjadi ajang penuh sukacita dan berkat, tidak hanya bagi para peserta, tetapi juga bagi masyarakat Minahasa secara umum.(***)






