MANADO, CiptaNews.id – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Sulawesi Utara, Dr. Drs. KH Ulyas Taha, menyampaikan hasil perhitungan awal (hisab) terkait penentuan 1 Syawal 1447 Hijriah.
Berdasarkan data Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama yang melibatkan BRIN, BMKG, serta Nahdlatul Ulama, posisi hilal pada 29 Ramadhan tercatat berada pada ketinggian antara 0,91 derajat hingga 3,13 derajat, dengan elongasi berkisar 4,54 derajat sampai 6,1 derajat.
“Secara hisab, ketinggian hilal sudah memenuhi kriteria. Namun elongasi masih berada di bawah standar yang ditetapkan MABIMS,” ujar Ulyas, Kamis (19/03/2026).
Dengan kondisi tersebut, lanjutnya, terdapat kemungkinan besar bulan Ramadhan disempurnakan menjadi 30 hari (istikmal). Jika demikian, maka Hari Raya Idul Fitri atau 1 Syawal 1447 H diperkirakan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Meski demikian, Ulyas mengimbau masyarakat untuk tetap menunggu keputusan resmi pemerintah melalui sidang isbat yang akan digelar oleh Kementerian Agama RI.
“Kita tunggu penetapan resmi melalui sidang isbat yang dipimpin Menteri Agama malam ini,” katanya.
Ia juga mengajak umat Muslim untuk menjaga toleransi dan saling menghormati apabila terjadi perbedaan dalam penetapan Hari Raya Idul Fitri, mengingat setiap organisasi keagamaan memiliki metode dan dasar perhitungan yang berbeda.
Diketahui, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah lebih dahulu menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.
Di Provinsi Sulawesi Utara sendiri, pelaksanaan Salat Idul Fitri Muhammadiyah telah dipersiapkan di 32 masjid. Sementara itu, jumlah total masjid di wilayah Sulut tercatat sebanyak 1.337 unit.
(Fadly)






