TONDANO, ciptanews.id – Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Tondano memberikan dukungan penting kepada masyarakat Tataaran Patar dalam pengelolaan air hujan. Inisiatif ini bertujuan untuk memaksimalkan pemanfaatan sumber daya air yang selama ini kurang optimal, terutama bagi daerah yang kesulitan mendapatkan air bersih.
Lurah Tataaran Patar, Roland Giroth, menekankan pentingnya solusi untuk masalah pasokan air di wilayah tersebut.

“Banyak warga yang kesulitan mendapatkan air. Metode pengolahan air hujan ini sangat membantu,” ujarnya. Program ini meliputi pembuatan sumur resapan dan pemasangan Instalasi Pemanenan Air Hujan (IPAH) di rumah warga.
Saat ini, 10 unit sumur resapan dan instalasi pemanenan air hujan telah terpasang, dengan pengawasan ketat dari tim BPDAS Tondano. Seorang warga setempat menyampaikan rasa syukur atas bantuan ini.
“Kami sering membeli air karena PAM sudah tidak beroperasi selama dua tahun. Proyek ini sangat berarti bagi kami,” ungkapnya.
Dengan adanya IPAH, pengeluaran untuk membeli air, yang sebelumnya mencapai 200 ribu rupiah per empat tong, kini dapat digunakan untuk kebutuhan lainnya, seperti beras.
“Kami bisa memanfaatkan air hujan untuk mandi, minum, dan kebutuhan sehari-hari lainnya. Terima kasih kepada BPDAS Tondano,” tambahnya.
Inisiatif ini tidak hanya menyediakan air bersih, tetapi juga meringankan beban ekonomi masyarakat, terutama di musim hujan. Masyarakat berharap program serupa dapat berlanjut untuk memenuhi kebutuhan air yang berkelanjutan di Tataaran Patar.
Di tempat terpisah, Kepala BPDAS Tondano, Bambang Hendro Joewono, menjelaskan bahwa IPAH merupakan teknologi sederhana yang mendukung konservasi air, khususnya untuk memanfaatkan air hujan. IPAH diperkenalkan oleh Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada dan telah berkembang ke berbagai daerah di Indonesia yang mengalami kesulitan dalam penyediaan air bersih.
Metode pemanenan air hujan mengumpulkan air dari atap bangunan, permukaan tanah, dan jalan sebagai sumber air bersih. Di Tataaran Patar, IPAH dibangun dengan memanfaatkan atap rumah sebagai tangkapan air.
Ada tiga komponen utama dalam pemanenan air hujan, yaitu: permukaan atap untuk tangkapan air, talang untuk menyalurkan air ke tempat penampungan, dan tandon untuk penyimpanan air. Air yang disimpan dapat digunakan untuk keperluan sehari-hari, seperti konsumsi, mencuci, dan menyiram tanaman.
IPAH dan sumur resapan juga berfungsi mengurangi risiko bencana saat musim hujan, seperti banjir akibat aliran permukaan yang deras, serta menjaga ketersediaan air tanah. BPDAS berharap lebih banyak IPAH dan sumur resapan dapat dibangun di Sulawesi Utara melalui dana APBN, APBD, dan sumber lainnya.(***/FoRa)






