Pemkab Minahasa Tegaskan Dukung Strategi Nasional Kendalikan Inflasi dan Perkuat Ketahan Pangan

Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa, Dr. Lynda Watania MM MSi, mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi Daerah secara daring (ist)

MINAHASA, ciptanews.id – Pemerintah Kabupaten Minahasa menegaskan komitmennya dalam mendukung langkah strategis pemerintah pusat untuk menekan inflasi dan memperkuat ketahanan pangan, khususnya di wilayah Provinsi Sulawesi Utara.

Hal ini ditegaskan Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa, Dr. Lynda Watania MM MSi, usai mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi Daerah secara daring pada Senin (26/5/2025), yang dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian.

Bacaan Lainnya

Menurut Sekda, Pemkab Minahasa di bawah kepemimpinan Bupati Minahasa Robby Dondokambey dan Wakil Bupati Vanda Sarundajang, siap melaksanakan program-program pengendalian inflasi yang telah dirancang oleh pemerintah pusat, termasuk memastikan distribusi pangan strategis berjalan dengan baik.

Sekretaris Daerah (Sekda) Minahasa, Dr. Lynda Watania MM MSi, mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi Daerah secara daring (ist)

“Pengendalian inflasi merupakan bagian penting dari upaya menjaga stabilitas ekonomi daerah. Pemerintah Kabupaten Minahasa terus berupaya menjaga ketersediaan dan distribusi bahan pangan pokok agar masyarakat tidak terdampak gejolak harga,” kata Watania.

Rakornas mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan pertama 2025 mencapai 4,87% secara tahunan (year-on-year), dengan Sulawesi Utara mencatat angka lebih tinggi yaitu 5,62%. Meskipun demikian, tantangan masih dihadapi dalam sektor pangan, baik dari sisi produksi maupun harga komoditas.

Beberapa komoditas strategis seperti bawang merah dan cabai rawit tercatat masih defisit. Kebutuhan bawang merah di Sulut mencapai 9.959 ton, sementara produksinya baru sekitar 2.751 ton, membutuhkan penambahan lahan tanam hingga 743 hektare.

Selain itu, fluktuasi harga komoditas seperti minyak goreng dan telur ayam ras masih menjadi perhatian. Harga Minyakita di sejumlah daerah tercatat di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), termasuk di kabupaten-kabupaten tetangga Minahasa.

Pemerintah pusat juga mendorong percepatan realisasi anggaran, khususnya Dana Dekonsentrasi Badan Pangan Nasional yang baru mencapai 14,61% di Sulut per 23 Mei 2025.

Dalam arahannya, Mendagri Tito Karnavian menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor antara pemerintah pusat dan daerah untuk menjaga stabilitas harga, menjamin ketersediaan pangan, serta mendukung daya beli masyarakat.

Rakornas ini turut diikuti sejumlah pejabat Pemkab Minahasa, termasuk Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan Dr. Arody Tangkere MAP, Kadis Kominfo Maya Kainde SH MAP, Kepala BPKAD Joice Pua, Kadis PUPR Daudson Rombon ST, dan Kadis Perikanan dan Kelautan Ir. Lendy Aruperes.

Dengan sinergi yang kuat, Pemkab Minahasa optimistis dapat berperan aktif dalam menjaga kestabilan ekonomi daerah serta mendorong ketahanan pangan yang berkelanjutan. (***)

Pasang

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *