MANADO, ciptanews.id- Sejumlah Nelayan tradisional yang berasal dari Kelurahan Malalayang dua melakukan aksi protes pada pelaksanaan Pembangunan proyek pekerjaan Konstruksi di Kawasan Malalayang, yang berpotensi bakal tergusurnya Tambatan Perahu milik mereka, Sabtu (06/01/2024).
Dimana para nelayan menuturkan bahwa mereka sudah mendapatkan peringatan dari pihak perusahan untuk segera mengosongkan perahu dan sejumlah alat tangkap yang berada di pantai Malalayang Dua untuk segera dipindahkan ke tempat lain, guna kepentingan pembangunan tersebut.

Namun, para nelayan enggan memindahkan perahu dan alat tangkap tersebut, sebab tempat yang sekarang dianggap tidak berbahaya dan aman bagi nelayan.
“Kami tidak akan pindah dari tempat ini, jujur kami mendukung pembangunan yang ada di Malalayang dua ini, akan tetapi kami bermohon kepada pemerintah untuk tidak memindahkan kami ke tempat yang lain yang aman “tutur Decky Panawe, salah satu nelayan.
Hal senada juga dikatakan Jefri Kanakan, dia mengungkapkan bahwa ketidaksepakatan mereka terhadap rencana penggusuran tersebut.
Menurut Jefri, pihaknya telah beberapa kali meminta solusi terkait masalah ini, namun pada pertemuan sebelumnya dengan pihak kontraktor maupun pemerintah tidak tercapai kesepakatan.
Lebih lanjut Jefri menerangkan bahwa pemerintah terkesan acuh tak acuh terhadap nasib Nelayan.
“Ini sangat disayangkan, nelayan seharusnya diutamakan bukan hanya karena proyek besar dengan anggaran tinggi yang kemudian membuat rakyat menderita dan menyengsarakan para nelayan,” ucapnya.
“Kami akan terus berjuang mempertahankan mata pencaharian kami bahkan jika itu berbenturan dengan kepentingan pemerintah,” tegas Jefri di hadapan wartawan.
Sementara itu, pihak perusahan ketika mengetahui sejumlah wartawan berada di lokasi proyek, mencoba menghalangi dan melakukan protes kepada para nelayan kenapa ada wartawan disini dan hampir terjadi perlawanan.
Hingga berita ini terbit belum ada penjelasan dari pihak pemerintah maupun kontraktor.(Fonny)






