Ketua INAKOR Sulut Apresiasi Klarifikasi RSUD Sam Ratulangi Tondano Terkait Kesiapan Operasional

Rolly Wenas, Ketua DPW LSM Inakor Sulut

MINAHASA, Cipta News — Pegiat antikorupsi sekaligus Ketua LSM INAKOR Sulawesi Utara, Rolly Wenas, menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima klarifikasi resmi dari Direktur RSUD Sam Ratulangi Tondano terkait belum optimalnya operasional rumah sakit tersebut, meskipun pembangunan fisik gedung telah rampung.

Dalam klarifikasi itu, manajemen RSUD Sam Ratulangi menjelaskan bahwa belum terpenuhinya seluruh peralatan alat kesehatan (alkes) menjadi salah satu faktor utama belum beroperasinya rumah sakit secara penuh. Saat ini, pihak rumah sakit tengah aktif melakukan koordinasi serta pengajuan bantuan ke pemerintah pusat guna melengkapi kebutuhan alkes dan dukungan teknis lainnya.

Bacaan Lainnya

Selain persoalan alkes, manajemen RSUD Sam Ratulangi juga menjelaskan bahwa proses pemindahan layanan dari rumah sakit lama ke gedung baru masih dalam tahap pematangan perencanaan. Pemindahan tersebut harus dilakukan secara bertahap dan hati-hati, mengingat sejumlah alat kesehatan di rumah sakit lama masih digunakan untuk pelayanan pasien. Pemindahan secara sekaligus dikhawatirkan dapat mengganggu pelayanan kesehatan yang sedang berjalan.

Pihak rumah sakit juga mengungkapkan bahwa saat ini berbagai persiapan teknis terus dilakukan, mulai dari pengujian kelayakan prasarana, pemenuhan aspek lingkungan seperti AMDAL, hingga penyiapan elemen pendukung lainnya sebagai bagian dari standar operasional rumah sakit.

Menanggapi hal tersebut, Rolly Wenas menyatakan pihaknya menerima dan menghargai klarifikasi yang disampaikan oleh manajemen RSUD Sam Ratulangi. Ia mengapresiasi keterbukaan rumah sakit dalam menjelaskan kondisi riil yang dihadapi, termasuk pengakuan adanya keterlambatan serta komitmen untuk segera melakukan pembenahan.

“Sebagai pegiat antikorupsi, kami menilai klarifikasi ini menunjukkan adanya proses dan ikhtiar yang sedang berjalan, serta niat untuk mempercepat kesiapan RSUD Sam Ratulangi Tondano agar segera dapat dimanfaatkan masyarakat secara optimal, terlebih dengan adanya rencana dukungan dari pemerintah pusat,” ujarnya, Rabu (17/12/2025).

Rolly menegaskan bahwa sikap kritis yang sebelumnya disampaikan INAKOR merupakan bagian dari fungsi kontrol publik, bukan untuk menyudutkan pihak tertentu. Justru, dengan adanya klarifikasi tersebut, ia menilai ruang dialog dan transparansi telah terbuka dan patut diapresiasi.

Ke depan, INAKOR berharap proses pemenuhan alat kesehatan, kesiapan teknis, serta tahapan operasional RSUD Sam Ratulangi dapat berjalan lebih terukur, transparan, dan tepat waktu. Dengan demikian, tujuan utama pembangunan rumah sakit, yakni meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, dapat segera terwujud.

INAKOR juga menegaskan akan terus mengawal proses tersebut secara konstruktif, mendukung setiap langkah perbaikan, serta tetap menjalankan peran pengawasan publik secara objektif dan berimbang demi kepentingan masyarakat luas.(SPAN)

Pasang

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *