MANADO, ciptanews.id – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sulawesi Utara, mengungkapkan bahwa biaya pelatihan keterampilan yang ditawarkan oleh lembaga pelatihan kerja (LPK) swasta bisa bervariasi, tergantung pada jenis pelatihan yang diambil dan fasilitas yang disediakan. Salah satu program pelatihan yang paling diminati oleh pencari kerja (pencaker) adalah pelatihan untuk mengoperasikan alat berat seperti excavator dan dump truck, yang merupakan keterampilan yang sangat dicari di sektor industri.
Kepala Dinas melalui Purwanto, selaku Kepala Bidang Layanan Pelatihan Tenaga Kerja (Lapenta) di Disnakertrans Sulut, menyatakan bahwa meskipun biaya pelatihan dapat berbeda-beda, Dinas selalu memastikan bahwa setiap program pelatihan yang diselenggarakan oleh lembaga pelatihan swasta memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan.
“Biaya pelatihan untuk keterampilan seperti excavator atau dump truck bisa bervariasi antara Rp 6,5 juta hingga Rp 7 juta, tergantung pada fasilitas yang diberikan oleh LPK. Fasilitas tersebut mencakup praktek langsung dan dukungan lainnya, seperti makan dan penginapan yang sesuai dengan kebutuhan peserta,” ujar Purwanto. Jumat (10/01/2025)
Meskipun biaya pelatihan terkadang dapat menjadi beban bagi sebagian pencaker, Purwanto menegaskan bahwa Disnakertrans dan lembaga mitra juga memberikan pelatihan dengan biaya yang lebih terjangkau atau bahkan tanpa biaya. Program pelatihan yang dibiayai oleh pemerintah atau lembaga mitra biasanya difokuskan pada keterampilan yang sangat dibutuhkan di pasar kerja, memberikan kesempatan bagi pencaker dari berbagai latar belakang ekonomi.
“Pelatihan yang kami fasilitasi atau yang dibiayai oleh pemerintah memastikan bahwa tidak ada keluhan dari peserta mengenai biaya. Kami selalu memastikan bahwa biaya yang dikenakan sudah disepakati bersama dan sesuai dengan standar yang berlaku,” lanjut Purwanto.
Dengan tujuan meningkatkan keterampilan kerja masyarakat, Dinas Tenaga Kerja Provinsi berharap program pelatihan ini dapat membantu pencaker memperoleh pekerjaan yang layak dan memenuhi kebutuhan industri di daerah tersebut. (Fora)






