Kunjungan Kerja Menteri Kehutanan RI ke Sulawesi Utara: Fokus pada Penguatan Sektor Kehutanan dan Konservasi Lingkungan

Menteri Kehutanan Republik Indonesia Raja Juli Antoni, M.A. M.P.D., melakukan kunjungan kerja (ist)

MANADO, ciptanews.id – Menteri Kehutanan Republik Indonesia Raja Juli Antoni, M.A. M.P.D., melakukan kunjungan kerja untuk memantau berbagai inisiatif penting dalam sektor kehutanan. Adapun Agenda utama kunjungan Menteri Kehutanan adalah ,Pengibaran Logo Kementerian Kehutanan di bawah laut pada wilayah Taman Nasional Bunaken, Minggu (15/12/2024).

Selain itu, terdapat agenda Kunjungan ke Yayasan Masarang – Produksi Gula
Semut dan Penyadapan Nira Aren di Tomohon dan Peninjauan Persemaian Permanen Kima Atas yang dikelola Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Tondano dan Anoa

Bacaan Lainnya
Menteri Kehutanan Republik Indonesia Raja Juli Antoni, M.A. M.P.D., melakukan kunjungan kerja (ist)

Breeding Centre (ABC) milik Badan Standardisasi Instrumen Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BSILHK). Lokasi Persemaian Permanen Kima Atas terletak di Kelurahan Kima Atas, Kecamatan Mapanget, Kota Manado

Dalam kunjungan ini, Menteri Raja Juli Antoni didampingi oleh Direktur Jenderal Pengelolaan DAS dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) dan Kepala BPDAS Tondano Bambang Hendro Joewono, S.Hut., M.Sc. serta sejumlah pejabat terkait. Bersama rombongan, Menteri memantau dengan cermat berbagai jenis bibit tanaman yang ada di persemaian tersebut diantaranya adalah bibit kayu lokal, Jabon, Cempaka, Mahoni, Nantu, Durian, Matoa, Duku, Pala, Kemiri, Tabebuya, Rambutan, Mangga, Alpukat, Sirsak, Manggis, Kayu Hitam, Ketapang Kencana, dan Aren.

Menteri Kehutanan Republik Indonesia Raja Juli Antoni, M.A. M.P.D., melakukan kunjungan kerja (ist)

Persemaian ini diharapkan dapat berperan penting dalam upaya penghijauan lingkungan, konservasi alam, dan pengelolaan sumber daya alam yang lebih baik

Menteri Kehutanan memberikan apresiasi terhadap upaya yang dilakukan oleh BPDAS Tondano dan Yayasan Masarang dalam menjalankan program-program yang mendukung keberlanjutan kelestarian lingkungan. Salah satu contoh yang diapresiasi adalah produksi,produk ramah lingkungan, seperti gula semut dan penyadapan nira aren, yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian alam.

Keberadaan persemaian ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas dan kuantitas,hasil penanaman pohon, tetapi juga menjadi model dalam pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Selain itu dapat memperkuat sektor kehutanan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan
ekonomi lokal.

Kunjungan kerja ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor kehutanan, serta mendukung upaya pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan diseluruh Indonesia. Dengan adanya persemaian ini, diharapkan dapat mempercepat masyarakat setempat melalui kegiatan yang memberikan peluang ekonomi bagi tercapainya lingkungan.

Pada akhir kunjungan, Menteri Kehutanan, Direktur Jenderal Pengelolan DAS dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH), Direktur Jenderal Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem (KSDAE) dan Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL) berkesempatan menanam pohon Cempaka hasil kultur jaringan BPDAS Tondano.

Diakhir penanaman Menteri Kehutanan memberikan statemen bagi kita semua. “Torang Jaga Alam, Alam Jaga Torang, Mari Jo Ba Tanam!”, ucapnya.(*FoRa)

Pasang

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *