Pelayanan Posyandu Bayi, Balita, dan Ibu Hamil Digelar di Desa Tateli Dua

Pj. Hukum Tua Desa Tateli Dua, Pfferner K. Parengkuan, S.H., M.Si., meninjau kegiatan Posyandu bayi dan balita serta ibu hamil yang dipusatkan di Kantor Desa Tateli Dua (ist)

TATELI DUA, Cipta News — Pemerintah Desa Tateli Dua melaksanakan kegiatan Posyandu bayi dan balita serta ibu hamil yang dipusatkan di Kantor Desa Tateli Dua, pada Kamis (6/3/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah desa dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya ibu dan anak.

Pada kesempatan tersebut, Pj. Hukum Tua Desa Tateli Dua, Pfferner K. Parengkuan, S.H., M.Si., didampingi Sekretaris Desa Tateli Dua, Sahril, meninjau langsung cara kerja yang dilakukan oleh kader Posyandu bersama pegawai Puskesmas, mulai dari proses pendaftaran, penimbangan, pengukuran tinggi badan, hingga pemeriksaan kesehatan ibu hamil.

Bacaan Lainnya
Suasana kegiatan Posyandu bayi dan balita serta ibu hamil yang dipusatkan di Kantor Desa Tateli Dua (ist)

Dalam keterangannya, Sekretaris Desa Tateli Dua, Sahril, menyampaikan apresiasi kepada kader Posyandu dan petugas Puskesmas yang telah bekerja dengan penuh dedikasi dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Kami mengapresiasi kinerja para kader Posyandu dan petugas Puskesmas yang terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi ibu hamil, bayi, dan balita. Kegiatan ini sangat penting untuk memantau tumbuh kembang anak serta kesehatan ibu sejak dini,” ujar Sahril.

Ia menambahkan, Pemerintah Desa Tateli Dua berkomitmen untuk terus mendukung pelaksanaan Posyandu secara rutin sebagai salah satu program prioritas desa di bidang kesehatan.

Pemerintah Desa Tateli Dua berharap melalui kegiatan Posyandu yang berkelanjutan, kualitas kesehatan ibu dan anak di wilayah desa dapat terus meningkat, sekaligus mencegah stunting dan berbagai masalah kesehatan sejak usia dini.

Kegiatan Posyandu ini dihadiri oleh Hukum Tua/Perwakilan Pemerintah Desa, pegawai Puskesmas, kader Posyandu, serta ibu hamil, bayi, dan balita yang menjadi sasaran utama pelayanan kesehatan.(Butje)

Pasang

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *